Hewan dengan Kekuatan Mengingat Lebih Lama - Setelah manusia mengembangkan keajaiban teknologi, seperti komputer dan internet, manusia lebih cenderung berpikir bahwa kita adalah sebagai makhluk paling cerdas di bumi ini. Manusia sudah terlalu melupakan makhluk lainnya, seperti hewan yang telah berkembang dan saat ini banyak menjadi kenangan karena kelangsungan hidup mereka terpisah selama jutaan tahun. Daftar berikut ini memperlihatkan beberapa hewan yang dapat mengalahkan kecerdasan manusia karena kekuatan ingatannya yang luar biasa.

Simpanse (Dapat menghafal nomor lebih cepat dan akurat)
Simpanse memang dikenal sebagai hewan yang cerdas. Mereka adalah makhluk yang menunjukkan aktivitas menyerupai manusia purba. Bahkan simpanse dapat membuat alat-alat yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dan mencari makan, tentunya dengan cara mereka sendiri. Hewan ini juga dapat dengan cepat beradaptasi dan melakukan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan manusia.


Dalam sebuah penelitian Universitas Kyoto, simpanse diajarkan untuk menghitung dari 1 sampai 9 dan kemudian diadu melawan manusia, yang kita anggap sudah sangat terbiasa dengan angka. Setiap subyek diberi posisi nomor yang tersebar di layar komputer. Jumlah tersebut kemudian ditutup dan diminta untuk mengidentifikasi posisi nomor yang tersembunyi. Simpanse ini menjawab semua nomor itu dengan mudah dan cepat.

Simpanse dalam penelitian ini secara konsisten dapat mengungguli para peserta manusia. Kesimpulannya adalah bahwa simpanse lebih cepat beradaptasi untuk memecahkan masalah numerik. Yang luar biasanya lagi, kinerja mereka tidak menurun walaupun waktu menghafal menurun, yang berarti simpanse menghafal semua nomor dengan cepat dan instan. Kerja memori yang dimiliki simpanse dikenal sebagai "memori fotografi". Sementara itu manusia menunjukan penurunan kinerja dengan penurunan waktu menghafal "semakin pendek durasinya, semakin buruk akurasi mereka".

Singa Laut - (Memiliki Memori Jangka Panjang)
Hewan ini dikategorikan oleh para ilmuwan sebagai singa ramah yang ditandai sebagai hewan menyenangkan yang akan melakukan apa saja selama ada ikan mentah dan dingin untuk dimakan. Sementara itu, ada beberapa pelatih hewan yang telah menghabiskan waktu beberapa tahun untuk melatih singa laut trik parlour. Mereka juga menemukan bahwa hewan ini memiliki memori jangka panjang yang luar biasa, yang akan dimanfaatkan para pelatih untuk mengajarkannya trik lebih mudah.


Para ilmuwan di University of California, Santa Cruz mampu mengajari singa laut bernama Rio dengan konsep “keseragaman”, dengan menunjukkan simbol kepada Rio dan kemudian menunjukkan satu kartu dengan simbol yang sama dan satu simbol yang berbeda. Jika ia dapat mengidentifikasi simbol yang sama dengan benar, maka ia akan diberi hadiah ikan. Namun prestasi Rio terbesar datang satu dekade kemudian. Setelah 10 tahun, Rio diberi tes yang sama, hanya kali ini menggunakan angka dan huruf, bukan simbol.

Hebatnya ia mampu mengidentifikasi angka dan huruf yang sama, meski pun ia tidak melakukan trik itu lagi selama satu dekade terakhir. Ini adalah periode retensi terpanjang dari setiap spesies hewan, dan ini lebih mengesankan karena singa laut memiliki usia rata-rata 25 tahun. Para ilmuwan percaya bahwa memori ini berfungsi untuk membantu mengidentifikasi mangsa singa laut dan mengingat mangsa yang hanya dapat bertemu sekali setiap beberapa tahun.

Gajah - (Mampu Mengingat dan Mengawasi Keluarganya Setiap Waktu)
Bagaimana apabila Anda ditugaskan untuk menjadi kamp konselor dan Anda tahu bagaimana sulitnya mengawasi dan melacak 20 anak-anak di sebuah taman hiburan? Sedikit saja kita lengah kita bisa saja kehilangan jejak anak-anak tersebut dari pengawasan kita. Namun gajah tidak pernah memiliki masalah seperti ini.


Gajah dapat melacak keberadaan hingga 30 anggota keluarganya, walaupun terlepas dari jarak atau arah. Mereka menyelesaikan tugas yang luar biasa dengan menciptakan peta mental yang menempatkan posisi masing-masing anggota keluarga, bahkan jika ada anggota yang terpisah dari kelompoknya. Hal ini memungkinkan gajah untuk bebas memecah menjadi kelompok-kelompok kecil saat mencari makan atau bersosialisasi. Bagaimana gajah dapat melakukannya?

Ternyata Gajah mampu melacak keberadaan anggotanya berdasarkan ingatan mereka akan bau dari air seninya. Setiap kali membaui aroma urine gajah lain, gajah merekam bau itu kedalam otak yang berfungsi seperti komputer untuk menentukan lokasi dan arah bau tersebut. Hal ini memungkinkan mereka untuk menggunakan sebagian besar ingatan mereka untuk menjaga peta mental yang luas.

Untuk mengujinya, para ilmuwan mengumpulkan sampel urin dari gajah lainnya dan diberikan kepada sekelompok gajah. Ketika sampel dari gajah lain, atau belum dikenal oleh kawanan tersebut, gajah bereaksi dengan terkejut. Kami tidak yakin bagaimana ilmuwan mendeteksi “kejutan” di gajah, tapi kami percaya pada penilaian mereka.

Gurita - (Dapat Menyesuaikan Kenangan dan Daya Ingat)
Banyak hal yang dimiliki gurita yang keunggulannya melebihi manusia, seperti menjelajahi laut untuk mencari karang, memprediksi pertandingan sepakbola, dan bermain 4 biola kecil. Tapi yang luar biasa dari semua keunggulan itu adalah gurita memiliki memori ingatan yang kompleks. Mengapa daya ingat gurita begitu mengesankan? Tidak seperti invertebrata lainnya, gurita memiliki memori jangka pendek dan memori jangka panjang yang dikembangkan secara kolektif, didukung oleh setengah miliar neuron.


Hal ini berarti bahwa gurita memiliki neuron 25.000 kali lebih banyak dari hewan tak bertulang lainnya. Sementara manusia juga memiliki memori jangka pendek dan jangka panjang yang kompleks, sangat disesuaikan untuk melakukan tugas-tugas rumit dan menyimpan memori di masa lalu.

Namun gurita lebih unik karena memori jangka pendek langsung melekat pada memori jangka panjang melalui lobus vertikal, cukup untuk menjadikan gurita menjadi binatang yang lamban sekaligus jenius. Bayangkan anda bisa meningkatkan memori Anda di bawah tekanan. Anda bisa memiliki ingatan menakjubkan dan Anda bisa tampil baik di setiap tes kecerdasan dalam detail yang jelas dan selalu tampak berpengalaman.

Burung Clark’s Nutracker - (Luar Biasa Dengan Daya Ingat Yang Canggih)
Dengan nama Clark’s Nutracker, burung ini kadang disebut sebagai gagak Clark atau gagak pelatuk, yang termasuk burung keluarga Corvidae. Yang istimewa dari burung ini ialah daya ingatnya yang mengagumkan. Sementara hewan lain yang masuk dalam daftar ini dapat membuat Anda terlihat bodoh dengan mengingat 9 digit oleh simpanse atau pengawasan 30 anggota keluarga oleh gajah. Karena burung kecil sederhana pemakan kacang-kacangan ini mampu mengingat lokasi yang tepat, hingga 33.000 lokasi kacang pinus yang dapat ia ingat.


Dan yang lebih luar biasanya lagi pada musim gugur, Nutracker akan menyembunyikan ribuan kacang untuk ia simpan dan menemukannya lagi pada musim dingin. Bukan hal yang mustahil bagi burung ini untuk menemukan ribuan kacang tersebut diantara ribuan item yang ada disekitar lingkungan Anda. Clark’s Nutracker mampu menemukan makanan yang ia simpan di musim dingin melalui daya ingat nya yang canggih, sehingga membuatnya bisa mengingat petunjuk penting seperti mengingat pohon, dan menentukan lokasi dari beberapa ribu persediaan sejauh 15 mil.

Tupai juga bisa belajar capat
Sebodoh-bodoh binatang Ia belajar pula. Ungkapan itu mungkin agak aneh, meski bukan berarti tidak benar. Jangan salah, layaknya manusia hewan juga melakukan proses belajar. Walau harus diakui tidak pada tingkatan yang sama dengan manusia. Salah satu hewan yang melakukannya adalah tupai. Seperti dilansir Sciencedaily, sekelompok ilmuwan membuktikan bagimana tupai mampu melakukan proses belajar dengan cepat.


Terutama yang terkait dengan bagian vital dari hidupnya, yaitu mencuri dan mengumpulkan makanan. Itulah kesimpulan dari penelitian pertama terhadap kemampuan tupai dalam belajar. Untuk membuktikan proses tersebut, para peneliti mencoba melakukan sebuah uji coba.

Uji coba dilakukan dengan cara membagi tupai dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan pilihan untuk memilih salah satu dari dua wadah yang berisi biji-bijian favorit hewan pengerat ini. Saat tupai kelompok pertama memilih salah satu wadah, tupai kelompok kedua dibiarkan menyaksikan sebentar bagaimana kelompok tersebut mengumpulkan makanan.

Tidak lama berselang kelompok kedua diberikan wadah yang tidak dipilih tupai kelompok pertama. Hasilnya menarik. Dibandingakan kelompok pertama, kelompok kedua ternyata lebih cepat belajar bagaimana mengumpulkan bahan bijian yang tersedia. Tentunya lebih cepat juga menyelesaikan tugas pengumpulan. Kesimpulan pun ditarik. Tupai belajar lebih cepat untuk mengantisipasi kehabisan makanan.

Mengomentari hasil ini Lisa Leaver dari Universitas Exeter mengatakan penelitian ini dapat menambah bukti adanya proses belajar yang dilakukan hewan, bahkan manusia, dengan cepat. Proses belajar dengan cepat itu terkait dengan sesuatu yang sangat penting dengan kehidupan. Bagi tupai, mengumpulkan makanan tentu hal yang paling penting.

0 comments:

Post a Comment

 
Top