Nama saya Williamto Halim, saya sekolah di SMUK 1 kelas 1. Saya mengenal masturbasi dari kelas 6 SD, waktu itu saya diberi tahu oleh teman saya. Tanpa berdosanya saya langsung bilang: "Berapa harga alatnya?" dan teman saya tertawa ngikik, "Elu memang benar-benar bego", katanya. Setelah itu saya coba di rumah dan ternyata saya merasakan kenikmatan yang luas biasa. Yang asyiknya lagi gratis! Biasanya kalau mau onani saya pakai kartu porno, film porno, dan kadang-kadang saya suka buka www. Porno. Site sambil masturbasi di sana. Berhenti merokok? putaw? obat? saya bisa, tapi onani? nggak lha yau! Saya sangat aktif banget di sekolah, dari OSIS sampai hal-hal sepele, seperti organisasi PMDK juga saya ikuti. Jadi maklum kalau saya sering keluar kelas, mau rapat inilah itulah, banyak macam. Saya masih ingat hari itu, hari kamis saya ketemu sama anak kelas I-6, ya lumayan cakep juga tapi sayangnya ini anak alim benar, dibandingkan teman-teman saya yang lain. Saya mulai dekati dan cari info. Rupanya "I get it!" dia anak Batam, sebut saja namanya Milla. Saya mulai kenalan dan ngocol bareng sama dia, dan saya rasa dia anaknya asyik juga, jadi terus saya sosor terus. Saya masih ingat waktu itu tanggal 6 Februari 1998, saya pernah datang ke rumahnya (rupanya dia anak rantau yang sekarang kost di Duta Merlin, Kota), dengan alasan mau pinjam kaset tipe yang sudah dijanjikan waktu di telepon, dan saya datang.


Bertepatan dengan itu mulai menetes di tangan saya hujan rintik-rintik, tadinya saya sudah mau pulang, tapi hujan terus semakin besar. Akhirnya Milla mempersilakan saya masuk, saya taruh motor dulu lalu saya masuk ke kamarnya. Wah, kecil sekali saya lihat kamarnya, ya 3 x 4 (maklum daerah Duta Merlin). Saya juga lihat BH-nya yang ada di tempat tidurnya, sehingga penis saya mulai tegang. Terus dengan ketakutan dia langsung menyimpan BH-nya dalam box putih. Setelah itu dia mulai menyetel lagu Titanic (Selendion), wah saya semakin nafsu sama itu perempuan. Saat dia mengambil minuman buat saya, saya langsung rangkul dia dari belakang (saat itu nafsu saya memuncak dan saya ada perasaan ragu untuk melakukannya), saya pegang tangannya dan dia seakan-akan berontak, tapi saya terus memaksa sambil saya mendengarkan lagu Titanic. Saya ciumi lehernya dan saya merasakan dia mulai respond ke saya. Saya tekan buah dadanya yang cukup besar, dan dia bilang "Jangan kasar dong, sakiittt", lalu saya bilang, "Iya, sayangku..." Dia membalikkan badan dan waktu itu saya ciuman di mulut tapi sayangnya ini anak kurang ahli jadi cuma sebentar, katanya nggak enak, nafasnya sesak. Ya sudah, saya sudahi saja meskipun saya nafsu.

Lalu saya buka baju dan celananya, dan dia juga setuju (mungkin gara-gara sudah nafsu berat), lalu saya juga buka baju dan celana saya hingga tinggal celana dalam. Dia juga tinggal celana dalam dan BH. BH-nya berwarna putih krem, dia juga lihat penis saya sudah tegang banget, lalu saya mulai melepaskan BH-nya sambil menciumi seluruh tubuhnya dan dia juga merasakan kenikmatan. Rasanya baru sekali ini dia merasakan hal itu, terlihat dari rasa sakit ketika saya remas dan melumat buah dadanya. Lalu saya mulai membuka perlahan-lahan celana dalamnya sambil mencium pusarnya yang bulat bagaikan anggur merah. Saya juga melepaskan CD saya, tanpa basa basi saya langsung menelentangkan dan saya sodok pakai penis saya ke vaginanya. Wah, rupanya ini lubang sempit sekali sampai cuma masuk kepalanya saja, dan dia sudah merintih, "Aahh... pelan-pelan..." saya nggak peduli yang penting masuk dulu dan setelah saya paksa rupanya masuk juga dengan sedikit jeritan kecil, "Aakkkhhdduuhh", saya terus goyang ke atas dan ke bawah, dia terus merintih keenakan atau keasyikan saya nggak bisa memastikan, yang pasti dia bilang, "Terus... terus... aduh... ah... ah... ahk..." Saat itu memang saya sudah gila banget, langsung saya percepat dan dia rasanya sudah keluar 2 kali dan saya sendiri belum, sampai tampangnya pucat pasi, saya kasihan juga. Akhirnya saya sudah mau keluar sperma saya, terpaksa saya keluarkan di dalam soalnya saya sudah nafsu banget, dan setelah selesai saya lihat bercak darah yang ada disepreinya, dan saya bilang, "Nyesel ya? sorry gue sudah ambil keperawanan lu?", lalu dia bilang "Nggak, gua suka kok, asal lu jangan lupain ini?" sambil dia tiduran di dada kiri saya, lalu saya kasih dia pil (dari teman saya katanya supaya nggak hamil), lalu dia minum.

Saya dan Milla sering bertemu dan sering ke tempat kostnya, tapi dia suka melarang karena dia takut kalau hamil, tapi tetap saja saya melakukan terus, soalnya nafsu saya semakin hari semakin membludak. Sampai di sekolah saya dan dia sudah seperti Romeo dan Juliet, saya sering berduaan dan ciuman sampai kepergok teman saya. Saya juga pernah melakukan di kamar mandi wanita sama dia, di bioskop (nggak main cuma ciuman, hisap buah dada, sama cupang leher), dan lain-lain. Baru saya sadar bahwa hidup itu indah, dan saya sudah merasakan sampai kadang-kadang saya ketagihan. Begitulah cerita kehidupan seks saya yang pertama, memang cukup mengasyikan dan saya nggak bisa melupakan hal itu, mungkin tidak untuk selama-lamanya.

4 comments:

 
Top